Customs

Mengenal CEISA 4.0: Sistem Kepabeanan Modern Indonesia

Apa itu CEISA 4.0, alur dan arti respons dokumen BC, perbandingan portal, Excel, dan host-to-host, serta masalah umum yang perlu disiapkan perusahaan.

By Updated 7 min read

Crane pelabuhan memindahkan peti kemas dari kapal kargo ke dermaga

CEISA 4.0 (Customs Excise Information System and Automation 4.0) adalah sistem yang dipakai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk menerima dan memproses dokumen kepabeanan dan cukai. Bagi staf exim di Kawasan Berikat, CEISA 4.0 adalah tempat BC 2.3, BC 4.0, BC 2.5, dan dokumen lain diajukan, mendapat nomor pendaftaran, lalu menerima respons dari Bea Cukai.

Apa itu CEISA 4.0?

CEISA 4.0 menyatukan layanan kepabeanan dalam satu portal di portal.beacukai.go.id. Sebelumnya pengguna bekerja dengan beberapa aplikasi terpisah, misalnya aplikasi CEISA TPB berbasis desktop untuk dokumen Tempat Penimbunan Berikat, serta modul tersendiri untuk PIB, PEB, dan dokumen PLB seperti BC 2.8 dan BC 3.3. Sekarang semuanya diakses dengan satu akun CEISA 4.0.

Siapa yang memakai CEISA 4.0?

Hampir semua pihak yang berurusan dengan dokumen pabean:

  • Importir dan eksportir umum, untuk PIB (BC 2.0) dan PEB (BC 3.0).
  • Pengusaha Kawasan Berikat dan Gudang Berikat, untuk dokumen TPB seperti BC 2.3, BC 2.5, BC 2.6.1, BC 2.7, BC 4.0, dan BC 4.1.
  • Penyelenggara dan pengusaha PLB, untuk dokumen seperti BC 1.6, BC 2.8, dan BC 3.3.
  • Perusahaan KITE, FTZ, dan KEK, sesuai layanan fasilitasnya.
  • PPJK, yang mengajukan dokumen atas kuasa pemilik barang.

Bagi pemilik fasilitas TPB, CEISA 4.0 bukan hanya tempat mengajukan dokumen. Nomor pendaftaran dari CEISA menjadi referensi yang harus tercatat di IT Inventory untuk setiap mutasi barang.

Penggunaan CEISA 4.0 wajib. DJBC menerapkan CEISA 4.0 secara penuh (mandatory) bertahap, per kantor dan per layanan, lewat serangkaian keputusan Dirjen Bea dan Cukai. Tiap tahap hanya berlaku untuk kantor dan layanan yang tercantum di lampirannya. Contohnya, tahap keduapuluh (KEP-73/BC/2025) hanya mencakup layanan manifes di tiga kantor di Kepulauan Riau, sedangkan tahap keduapuluhdua (KEP-231/BC/2025, berlaku 8 Desember 2025) antara lain mencakup perbendaharaan, cukai, BC 2.4 KITE, dan perizinan transaksional TPB di kantor tertentu. Jadi cek lampiran keputusan terbaru untuk kantor yang mengawasi Anda. Daftar kode dokumen yang diajukan lewat CEISA dan fungsinya ada di panduan jenis dokumen BC.

Apa yang berubah dibanding sistem sebelumnya

Dari sisi pengguna, ada beberapa perubahan yang paling terasa:

  • Satu akun untuk semua layanan. Akun dibuat di portal.beacukai.go.id, dan perusahaan harus sudah memiliki NIB dari OSS.
  • Login dengan OTP. Selain username dan password, masuk ke portal memerlukan kode OTP dari aplikasi authenticator. Cara menyiapkannya ada di panduan DocFast Toolkit.
  • Dokumen bisa dikirim langsung dari sistem perusahaan lewat Open API, tanpa harus diketik di portal. Penjelasannya ada di bagian berikut.
  • Data historis di portal hanya tampil sekitar dua tahun ke belakang, padahal pembukuan dan dokumen kepabeanan wajib disimpan 10 tahun. Implikasinya dibahas di artikel periode penyimpanan data CEISA 4.0.

Untuk layanan TPB, ada juga fitur Perizinan Transaksional CEISA 4.0 untuk izin per transaksi, misalnya pengeluaran sementara dengan BC 2.6.1.

Alur dokumen di CEISA 4.0: dari pengajuan sampai respons

Apa pun dokumennya, alurnya kurang lebih sama:

  1. Draf disusun dari invoice, packing list, dan data transaksi, di portal, di template Excel, atau di sistem perusahaan.
  2. Dokumen dikirim dan divalidasi. CEISA memeriksa format dan data referensi seperti kode kantor, satuan, dan negara. Dokumen yang tidak lolos langsung ditolak dan harus diperbaiki.
  3. Nomor dan tanggal pendaftaran terbit. Sejak titik ini dokumen tercatat resmi, dan nomor inilah yang dirujuk dokumen lain dan IT Inventory.
  4. Respons lanjutan muncul sesuai jenis dokumen: permintaan data (NPD), billing pungutan, penetapan jalur, atau persetujuan pengeluaran dan penyelesaian.

Respons yang paling sering ditanyakan staf exim di Kawasan Berikat:

ResponsArtinyaYang perlu dilakukan
Penolakan validasiData tidak lolos pemeriksaan sistemPerbaiki data, biasanya data referensi atau format, lalu kirim ulang
Nomor pendaftaranDokumen sudah terdaftarCatat nomor dan tanggalnya; jangan dulu menggerakkan stok untuk pemasukan
NPDBea Cukai meminta data tambahanKirim data yang diminta; dokumen tertahan sampai dipenuhi
BillingAda pungutan yang harus dibayarBayar sesuai kode billing sebelum barang bisa diproses
SPPB TPBBarang boleh dikeluarkan dari pelabuhan ke TPB (BC 2.3)Atur pengangkutan; barang belum tentu sudah tiba
SPJM TPBBC 2.3 terkena jalur merahSiapkan pemeriksaan fisik di TPB dan dokumen pelengkap
SPPD TPBPemasukan dan pembongkaran dinyatakan sesuaiDokumen selesai; catat pemasukan di IT Inventory

Untuk dokumen TPB, sistem hanya menetapkan jalur merah atau hijau saat pemasukan. Urutan lengkap respons BC 2.3, termasuk apa yang terjadi bila hasil pembongkaran tidak sesuai, dibahas di panduan BC 2.3.

Satu hal yang sering terlewat: respons datang di waktu yang berbeda-beda, kadang di luar jam kerja. Jika tidak ada yang memantau, NPD atau billing bisa tertunda berhari-hari tanpa ada yang sadar.

Tiga cara mengirim dokumen ke CEISA 4.0

CEISA 4.0 menerima dokumen melalui tiga jalur: portal web, unggah Excel, dan Open API yang dikenal sebagai host-to-host (H2H). Menurut DJBC, tidak ada persyaratan khusus untuk memakai Open API: setiap pengguna yang sudah memiliki akun CEISA 4.0 di portal.beacukai.go.id dapat langsung mengirim dokumen dan menarik respons dari sistemnya sendiri.

Pilihannya biasanya mengikuti volume. Portal cukup untuk perusahaan yang mengajukan sedikit dokumen dengan item sedikit. Begitu satu BC 2.3 berisi puluhan atau ratusan pos barang, mengetik di portal mulai memakan waktu dan rawan salah ketik, sehingga unggah Excel atau host-to-host menjadi lebih masuk akal.

Portal webUnggah ExcelHost-to-host (Open API)
Cara inputDiketik per dokumen di portal.beacukai.go.idData diisi di template, lalu diunggahDikirim langsung dari ERP atau IT Inventory
Cocok untukDokumen sedikit, item sedikitDokumen dengan banyak pos barangVolume rutin dan data yang sudah ada di sistem
ResponsDicek manual di portalDicek manual di portalDitarik otomatis ke sistem perusahaan
Risiko utamaSalah ketik, ketik ulang di ERPTemplate tidak cocok dengan data internalData master yang tidak rapi ikut terkirim

Pada dua jalur pertama, data tetap diketik atau disalin dari dokumen sumber. Sebagian perusahaan memakai AI untuk membaca invoice dan packing list PDF lalu menyiapkan draf; manfaat dan batasannya dibahas di artikel penggunaan AI dalam pembuatan dokumen BC.

Cara kerja, syarat, daftar API dokumen TPB, dan langkah-langkahnya dibahas lengkap di panduan integrasi CEISA 4.0 host-to-host.

Masalah umum saat memakai CEISA 4.0

Keluhan yang paling sering kami dengar dari tim exim:

  • Dokumen ditolak karena data referensi. Kode kantor, satuan, atau negara di data perusahaan tidak sama dengan referensi CEISA.
  • Login OTP menghambat kerja bersama. Kode OTP ada di satu ponsel, sementara beberapa orang perlu masuk ke akun yang sama.
  • Riwayat dokumen lama tidak lagi terlihat. Data di portal terbatas, jadi dokumen tahun-tahun sebelumnya harus dicari di arsip sendiri.
  • Format dan aturan validasi berubah. Template Excel atau sistem buatan sendiri yang tidak diperbarui mulai menghasilkan penolakan.
  • Respons terlewat. NPD atau billing tidak terpantau sehingga barang tertahan lebih lama.

Hampir semua masalah ini bisa dicegah dengan data master yang rapi dan seseorang yang bertanggung jawab memantau respons, apa pun jalur pengirimannya.

Yang perlu disiapkan perusahaan

Masalah yang paling sering kami temui di lapangan bukan di CEISA-nya, tetapi di data perusahaan sendiri. Polanya kira-kira begini: staf exim mengetik BC 2.3 di portal dari invoice dan packing list, lalu bagian gudang mengetik ulang penerimaan barang yang sama di ERP atau sistem gudang. Kalau satu angka berbeda, misalnya jumlah atau satuan, stok di IT Inventory tidak lagi cocok dengan dokumen pabean, dan selisih itu baru ketahuan saat stock opname atau audit.

Beberapa hal yang membantu:

  1. Tentukan satu sumber data. Idealnya data barang, pemasok, dan transaksi diambil dari ERP, lalu dipakai untuk menyusun dokumen BC dan mencatat IT Inventory, bukan diketik ulang di tiap sistem.
  2. Rapikan data master. Uraian barang, HS code, dan satuan yang konsisten mengurangi dokumen yang ditolak dan memudahkan penelusuran ke dokumen asal.
  3. Pantau status dokumen. Pastikan ada yang mengecek respons CEISA (nomor pendaftaran, penolakan, permintaan dokumen) setiap hari, terutama jika dokumen dikirim host-to-host.
  4. Simpan arsip sendiri. Karena data historis di CEISA terbatas, simpan dokumen dan respons di sistem internal untuk keperluan audit.
  5. Ikuti perubahan peraturan. Tata laksana TPB diatur dalam PER-7/BC/2021 beserta perubahannya, dan fitur CEISA juga terus bertambah. Periksa versi terbaru sebelum mengubah prosedur internal.

Menghubungkan CEISA 4.0 dengan IT Inventory

DocFast adalah aplikasi IT Inventory dari Kausa yang dipadukan dengan fungsi penyusunan dokumen kepabeanan dan terhubung host-to-host dengan CEISA 4.0. Draf dokumen BC disusun dari data ERP Anda (Oracle, Infor, Accpac, AS/400, dan lainnya); tim Anda memeriksa dan menyetujui, lalu DocFast mengirimkannya ke CEISA 4.0 dan mencatat nomor pendaftarannya. Kartu stok bergerak begitu dokumen diterima, sehingga stok dan dokumen tetap cocok saat audit.

Lihat DocFast → · Konsultasi gratis via WhatsApp

Frequently asked questions

Apa itu CEISA 4.0?

CEISA 4.0 (Customs Excise Information System and Automation 4.0) adalah generasi terbaru sistem informasi kepabeanan Indonesia yang dikembangkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Semua dokumen pabean, termasuk dokumen Tempat Penimbunan Berikat, diajukan lewat satu akun di portal.beacukai.go.id atau dikirim langsung dari sistem perusahaan melalui Open API.

Apa yang berbeda antara CEISA 4.0 dan sistem sebelumnya?

CEISA 4.0 menyatukan layanan yang dulu tersebar di beberapa aplikasi, seperti CEISA TPB desktop dan modul PIB/PEB, ke dalam satu portal dengan satu akun. Login memakai OTP, dan dokumen bisa dikirim langsung dari sistem perusahaan (host-to-host) melalui Open API. Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah data historis yang hanya tampil sekitar 2 tahun ke belakang.

Siapa yang perlu memahami CEISA 4.0?

Perusahaan yang memiliki fasilitas kepabeanan seperti Kawasan Berikat, Gudang Berikat, PLB, KITE, dan KEK, serta importir, eksportir, dan PPJK yang mengajukan dokumen pabean. Bagi pemilik fasilitas, IT Inventory juga perlu terhubung ke CEISA 4.0.

Respons apa saja yang dikirim CEISA 4.0 setelah dokumen diajukan?

Dokumen bisa langsung ditolak saat validasi, misalnya karena data referensi tidak cocok. Jika lolos, dokumen mendapat nomor dan tanggal pendaftaran. Setelah itu bisa muncul permintaan data (NPD), billing pungutan, dan penetapan jalur. Untuk dokumen TPB seperti BC 2.3 ada respons lanjutan: SPPB TPB, SPJM TPB bila jalur merah, dan SPPD TPB saat dokumen selesai.

Apakah perlu izin khusus untuk mengirim dokumen host-to-host ke CEISA 4.0?

Menurut DJBC tidak ada persyaratan khusus. Setiap pengguna yang sudah memiliki akun CEISA 4.0 dapat memakai Open API untuk mengirim dokumen dan menarik respons. Yang perlu disiapkan adalah sistem yang terhubung ke API dan data perusahaan yang rapi.

Further reading

Blog

Ready to Streamline Your
Supply Chain Operations?

Join 50+ companies that have optimized their operations with Kausa. Book a free consultation to discover how we can help you work smarter.

Seamless System Integration
Secure & Regulatory Compliant
Faster Time-to-Value